Walikota Molen Harap Transpormasi Kesehatan Dilaksanakan Sesuai Arahan Menkes

Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin dan Masyarakat Bahas Potensi Babel di Semua Lini
November 22, 2022
Pemkab Ogan Ilir Peringati HKN Ke-29
November 23, 2022
BABEL, RADARBAHTERA.COM – Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menghadiri acara seminar dan rapat kerja kesehatan daerah Kota Pangkalpinang, bertempat di Fox Harris Pangkalpinang, Rabu (23/11/2022).
 
“Saya lihat transformasi pelayanan kesehatan, Pak Menteri Budi juga mencanangkan enam transformasi kesehatan itu,” ungkap Molen.
 
Dimana ada enam (6) transformasi kesehatan diantaranya, transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan dan teknologi kesehatan. 
 
Menurut Molen, paling menarik adalah pelayanan primer ini dan yang paling penting yaitu promotif preventif ada disitu juga tranformasi layanan rujukan rumah sakit. 
 
“Hal-hal seperti ini, menjadi perhatian kita bersama. Hari ini saya sengaja mau hadir, karena apa? di Bangka Belitung ini, supaya terbagi dalam pelayanan kesehatan jangan sampai tumpang tindih, jangan saling sikut menyikut,” katanya.
 
“Tujuannya cuma satu, bagaimana masyarakat di Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang ini, bisa terbagi dalam pelayanan kesehatannya merata, hari ini dengan kehadiran stakeholder terkait orang-orang yang membidangi di bidang kesehatan,” imbuhnya.
 
Diungkapkan Molen, karena rumah sakit besar semuanya hampir ada di Pangkalpinang, ia meminta agar benar-benar diatur transformasi pelayanan kesehatan ini memang benar-benar dilakukan sesuai arahan Menkes.
 
“Jika ini sudah berjalan dengan baik, masyarakat benar-benar merasakan dampaknya. Kami sebagai kepala daerah tinggal memikirkan kesejahteraannya, insfratruktur sarana prasarana, dengan begitu imbasnya masyarakat Kota Pangkalpinang,” ungkapnya.
 
Molen juga apresiasi kepada panitia yang sudah melaksanakan kegiatan ini, karena ini untuk Kota Pangkalpinang dan bahkan tidak menyangkut sedikitpun dana APBD, ini luar biasa kerja keras semuanya yang gunanya untuk diadopsi Kota Pangkalpinang.
 
“Semoga dari hasil seminar ini, bisa memberikan masukan-masukan kepada kepala daerah untuk melaksanakan apa yang menjadi kebijakan-kebijakan kedepan transformasi pelayanan kesehatan di kota Pangkalpinang,” katanya.
 
Beberapa masukan dari tenaga kesehatan diantaranya terkait air minum, septitank, SBS, BPJS. Memang masukan ini sangat diperlukan, apalagi masalah BPJS, dimana hampir setiap pekan selalu menerima keluhan dari masyarakat.
 
“Solusinya, harus ada kerjasama yang benar-benar kuat, mengikat, menghasilkan antara Pemkot dan BPJS ini, biar masyarakat benar-benar terbantu dengan permasalahan ini,” tandas Molen. (Siska)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *