Tin Slag “Heboh” PT Timah Dilebur Pabrik Smelter PT Samudera Kopan Metalindo?

Bupati Panca Sampaikan Jawaban Terhadap Pandangan Fraksi DPRD OI
November 16, 2021
Heboh Tin Slag PT Timah, Disinyalir Merugikan Negara
November 17, 2021
BABEL, RADARBAHTERA.COM – Pengiriman ribuan ton terak atau tin slag PT Timah dari hasil dari kerjasama peleburan mitra di Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) di angkut dengan tongkang dan bersandar serta bongkar muat di pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang pada Jum’at sebelumnya (12/11/2021), heboh dan menjadi sorotan media. Akhirnya, tin slag itu diangkut untuk dilebur ke smelter PT Samudera Kopan Metalindo, beralamat di Desa Airmesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Bateng).
 
Persoalan informasi yang harus diklarifikasi terkait pengiriman tin slag milik PT Timah jadi perhatian publik tersebut, dinilai oleh publik dan masyarakat pers, terkesan sengaja ditutup-tutupi oleh manajemen perusahaan PT Timah, sehingga mengundang banyak pertanyaan mulai dari perjanjian kerjasama, upah lebur, proses SOP atau pengawasan peleburan pasir timah di smelter mitra perusahaannya, SOP pengiriman dan pengangkutan tin slag dengan manifes masih dianggap sebagai limbah B3, hingga simpangsiur perusahaan mitra yang menampung limbah tin slag untuk lebur menjadi timah balok. 
 
Sepatutnya, persoalan yang menjadi pertanyaan publik itu direspon dan diklarifikasi dengan cepat oleh PT Timah, sehingga ada ke transparanan dan kejujuran dalam memberikan informasi kepada publik dengan benar, sehingga tidak menjadi informasi simpangsiur.
 
 
Untuk mengetahui keberadaan ribuan tin slag milik PT Timah ditampung oleh siapa atau perusahaan smelter mitra yang mana. Tim jejaring media bersama salah satu Ormas di Babel, melakukan investigasi langsung ke lokasi penampungan smelter yang berada di Desa Airmesu, Kecamatan Pangkalanbaru, Senin sore (16/11/2021). 
 
Sebelumnya, sebanyak 32 truk yang mengantar tin slag milik PT Timah diakui oleh Acin Bos CV Venus berada di pabrik penampungannya, dan bahkan ditegaskan Acin pihak PT Timah saat itu hanya menumpang menimbang saja. 
 
Justru, sisa ribuan tin slag lainnya yang berada di tongkang Samudera Bintan 90 yang diangkut dengan puluhan dum truck, dan terpantau aktifitas bongkar muat telah selesai pada Senin dini hari (16/11/2021), kemudian ditampung oleh mitra perusahaan PT Timah juga berada di kawasan Desa Airmesu, Kecamatan Pangkalanbaru, yakni PT Samudera Kopan Metalindo yang informasinya akan dilebur disana.
 
Terdokumentasi, tampak tumpukan tin slag milik PT Timah berada di dalam lokasi pabrik tidak jauh dari bangunan gudang pabrik perusahaan. Kehadiran jejaring media Pers Babel bersama Ormas Babel disambut baik oleh direktur perusahaan pabrik smelter PT Samudera Kopan Metalindo yakni Rudi. Hanya saja, masih sangat minin mendapatkan kejelasan informasi dan data terkait dengan kelengkapan perizinan sebagai penampungan, pengelolaan limbah B3 dan perjanjian kerjasama peleburan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.
 
Kepada jejaring media Pers Babel, Direktur PT Samudera Kopan Metalindo yang dipanggil Rudi Medan membenarkan, jika PT Timah pemilik ribuan ton tin slag yang diantar oleh ekspedisi ke pabrik smelternya.
 
Ketika ditanya terkait perizinan pengangkutan, penampungan, pengelolaan tin slag diketahui masih merupakan limbah B3, serta perjanjian kerjasama jasa peleburan dengan PT Timah, justru Rudi sebaliknya meminta Pers Babel untuk menanyakan ke PT Timah yang dianggapnya mempunyai perizinan yang lengkap terkait dengan tin slag yang akan dilebur di pabrik smelter PT Samudera Kopan Metalindo. 
 
“Kita nggak (tidak, red) ngurusin izin pengirimannya, apa bagaimana, itu urusan PT Timah dengan pihak ekspedisi, kita hanya menerima barangnya dan enggak ambil pusing dengan ekpedisinya atau sana situ yang lainnya,” ungkap Rudi Medan.
 
Diakui Rudi, pihaknya hanya menjalani sesuai dengan perjanjian kerjasama jasa peleburan dengan pihak PT Timah. “Kita hanya melaksanakan SPK (surat perjanjian kerjasama-red) dengan PT Timah sesuai targetnya untuk cepat selesai (dilebur, red)” Katanya. 
 
Namun, pihaknya membantah jika tin slag yang diterima semua berkadar SN 20% keatas, bahkan dikatakan dari sebanyak ribuan tin slag ada beberapa ton yang tidak bisa dilebur lantaran kadar SN nya 0%, meskipun Rudi juga membanggakan  bahwa smelternya memiliki teknologi yang sudah lulus uji kelayakan.
 
Ketika diklrarifikai terkait surat perjanjian kerjasama jasa peleburan dengan PT Timah, agar bisa diperlihatkan kepada Pers Babel, kembali ditegaskan agar Pers Babel untuk menanyakan kepada pihak PT Timah saja. “Untuk surat perjanjian kerjasama atau SPK nya silahkan tanya kepada PT Timah saja,” jawab Rudi sembari tertawa. 
 
Kemudian, jejaring media Pers Babel bersama Ormas Babel bergagas menuju ke kantor PT Timah, untuk mengkonfirmasi  dan mengetahui terkait dengan persoalan kerjasama peleburan limbah B3 tin slag dengan perusahaan smelter PT Samudera Kopan Metalindo. 
 
Namun disayangkan, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk atau Humas Perusahaan PT Timah Tbk Anggi Siahaan justru tidak bisa ditemui, lantaran dirinya sedang rapat. Demikian juga hal dengan pejabat dari PT Timah yang berkompeten tidak ada satupun dapat memberi informasi atau klarifikasinya terkait persoalan ini kepada awak media. 
 
Sikap dari pihak berkompeten dari pihak PT Timah tersebut, semakin menguatkan sinyalir bagi jejaring media Pers Babel ada sesuatu yang ditutupi oleh perusahaan tambang timah negara ini. Sehingga wajar saja, jika publik atau masyarakat Babel menilai persoalan pengiriman tin slag dari smelter di Kabupaten Beltim, kemudian dikirim untuk dilebur kembali pabrik smelter PT Samudera Kopan Metalindo sarat dengan kejanggalan juga mengungkapkan lemahnya PT Timah dalam pengawasan kerjasama dan quality control produksi.
 
Patut juga disinyalir, adanya kongkalikong antar oknum pejabat PT Timah dengan mitra perusahaan memiliki smelter terindikasikan ada upaya menyeting tin slag untuk sengaja menjadi limbah berkadar SN diatas 4℅. 
 
Patut juga disinyalir, bahwa ini merupakan proyek akhir tahun bagi-bagi duit untuk oknum pejabat di PT Timah dengan modus menganggap tin slag adalah limbah hasil produksi yang nantinya dihapus dari daftar aset perusahaan sebagai sumber pendapatan lainnya bagi perusahaan PT Timah Tbk. (Tim/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *