Puluhan Warga Indralaya Ikuti Pelatihan Home Industri MSDI OI-UNSRI

LPSK Tandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Kantor dengan Pemprov Babel
September 16, 2021
Rumah Tua Milik Rosnani Koba Terbakar
September 16, 2021
SUMSEL, RADARBAHTERA.COM – Majelis Silaturahim Dakwah Islam Ogan Ilir (MSDI OI) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsri Skema Produktif 2021, menggelar pelatihan home industri, bertempat di aula kantor Kecamatan Indralaya, Kamis (16/09/2021).
 
Koordinator pelatihan LPPM Unsri, Zainal Fanani MSi dalam laporannya mengatakan, pelatihan home industri kali ini berupa pelatihan pemanfaatan limbah organik untuk produksi sabun antiseptik eko enzim.
 
“Pelatihan ini gratis, pesertanya sebanyak 30 orang warga Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya,” katanya.
 
Dengan pelatihan ini, lanjut Zainal, diharapakan pihak pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan dapat menindaklanjutinya, sehingga menjadi usaha rumah tangga masyarakat dan dapat menambah penghasilan ekonomi warga.
 
Pada kesempatan tersebut, Camat Indralaya, Lamsari ST MSi didampingi Lurah Indralaya Amir Syaripudin, membuka pelatihan secara resmi.
 
Camat Lamsari dalam kata sambutannya mengatakan, berterima kasih kepada MSDI OI dan LPPM Unsri telah melakukan pelatihan dengan mengikut sertakan warga Kecamatan Indralaya, khususnya warga Kelurahan Indralaya Mulya.
 
“Pelatihan ini sangat berguna bagi warga, yang pada saatnya dapat memproduksi sendiri menjadi usaha rumah tangga atau home industri, paling tidak menjadi konsumsi sendiri bersama keluarga, sehingga mengurangi belanja rutin bidang pemeliharaan kecantikan, selebihnya dapat dipasarkan kepada keluarga dan tetangga, sehingga menjadi penghasilan tambahan ekonomi di rumah tangga,” katanya.
 
Peserta pelatihan yang didominasi kaum hawa ini, begitu antusiasnya mendengarkan paparan oleh tim LPPM Unsri dan langsung melakukan praktek pembuatan sabun antiseptik berbahan minyak kelapa. 
 
Pembuatan sabun antiseptik berbahan baku minyak kelapa ini menggunakan peralatan yg cukup sederhana dan dapat dilakukan secara manual.
 
Secara industri, pembuatan sabun antiseptik ini telah legal memiliki perizinan hingga BPPOM diberi nama Sanjo dan satu-satunya industry sabun antiseptik kecantikan di Sumsel yang telah memiliki legalitas industry dari BPPOM, memiliki sertifikat industry kecantikan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya dari Inggris dan Autralia.
 
Sabun yang diberi nama Sanjo ini, dibanderol harga bisnis sebesar Rp.40ribu setiap netto 55 gram, namun masih dalam suasana promosi harga hanya berkisar Rp.7500 per net 55grm. Bagi konsumen yang berminat dapat menghubungi Sekretariat MSDI OI atau melalui nomor hp 081271163520 atau di www.sanjo.co.id dan hp nomor 08117493493, setiap saat. (GMA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *