Polres OKI Amankan Sabu 2.030 Gram

Anjangsana ke Purnawirawan Polri dan Warakawuri, Ini Harapan Kapolres Basel
Juni 21, 2022
Kapolres Pangkalpinang Bersama Forkopimcam Pangkalanbaru Cek Tempat Pemungutan Suara
Juni 22, 2022
SUMSEL, RADARBAHTERA.COM – Wow..! Prestasi yang luar biasa bagi Polres OKI dan patut diapresiasi. Hanya selisih dua hari jajaran Satres Narkoba Polres OKI kembali berhasil mengungkap dan mengamankan narkoba jenis sabu seberat 2.030 gram. Dimana sebelumnya berhasil diamankan seberat 1.050 gram. 
 
Kali ini, barang haram seberat 2.030 gram itu diamankan dari tangan dua tersangka bernama Guber Gunawan dan M. Ridho Hambali, sama-sama warga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayu Agung. 
 
Dijelaskan Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto, kepada awak media, Rabu (22/06/2022) terungkap atas informasi yang didapat jika pada Jum’at, 17 Juni 2022 pukul 18.30 WIB akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar di SPBU desa Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam oleh Bandar Narkoba asal Kota Palembang. 
 
Kemudian dibawah pimpinan Kasat Narkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian serta penyamaran. 
 
Alhasil pada pukul 23.30 WIB ditangkaplah dua orang pelaku karena kedapatan membawa sabu yang dikemas dalam kantong plastik berwarna hijau merk Guanyinwang. 
 
Dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Xride berwarna hitam kedua pelaku datang ke SPBU tersebut dan berhenti persis di depan Mushola SPBU. 
 
Selanjutnya salah satu diantaranya membawa kotak kardus dan meletakkannya di lantai depan Mushola diantara keduanya duduk. 
 
Disaat itulah kemudian keduanya ditangkap dan langsung menggelandangnya ke Mapolres OKI.
 
Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya dua buah kantong plastik berwarna hijau merk guayinwag berisi sabu seberat 2.030 gram. 
 
Satu buah kotak kardus teh botol sosro, satu buah kartu ATM BNI, satu buah samsung J7, satu unit sepeda motor yamaha Xride warna hitam, dan uang tunai sebesar Rp. 70 ribu. 
 
Di hadapan polisi keduanya mengaku barang haram tersebut didapat dari seorang laki-laki berinisial HK dari Palembang. Diminta untuk mengantar ke pembeli di daerah Bunut dengan upah Rp. 10 juta. Upah tersebut baru diterima Rp. 500 ribu, sisanya dengan perjanjian setelah barang sampai ke tangan pembeli. 
 
“Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 dengan hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” tandas Kapolres Dili. (Nov/Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *