Pantau Kesehatan Pekerja Perempuan di Bangka Tengah, Gelar Advokasi dan Koordinasi GP2SP

Anjangsana Komisi I DPRD Kabupaten Belitung, Diskominfosta Bangka Tengah Beberkan Pemanfaatan Teknologi
September 22, 2022
Ini Identitas Korban Lakalantas di Jalan Raya Puput Toboali Kemarin
September 23, 2022
BABEL, RADARBAHTERA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah melakukan pertemuan advokasi dan koordinasi pelaksanaan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat serta Produktif (GP2SP) pada perusahaan di Kabupaten Bangka Tengah yang digelar di Hotel Santika Pangkalanbaru, Kamis (22/09/2022).
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Sugianto, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Gerakan Perempuan Pekerja Sehat dan Produktif (GP2SP) adalah upaya dari pemerintah, masyarakat, maupun pemberi kerja dan serikat pekerja/serikat buruh untuk menggalang dan berperan serta guna meningkatkan kepedulian dan mewujudkan upaya perbaikan kesehatan pekerja/buruh perempuan sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas generasi penerus.
 
“Dalam melaksanakan pekerjaannya, pekerja/buruh perempuan dihadapkan pada berbagai risiko yang berpotensi mengganggu kesehatan. Selain itu, pekerja perempuan juga mempunyai beban mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan bertanggungjawab terhadap kualitas anak sebagai generasi penerus,” terang Sugianto.
 
Ia menambahkan, pekerja di Indonesia dalam usia reproduksi mempunyai berbagai permasalahan kesehatan. Anemia gizi besi juga mengakibatkan pekerja menjadi mudah sakit dan terjadi kecelakaan sehingga angka absensi meningkat. Terlebih, jika hamil akan mempunyai resiko saat melahirkan serta melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah.
 
“Tujuan dibentuknya GP2SP baik di level pusat, provinsi, kabupaten, dan perusahaan adalah agar diperoleh data dan informasi permasalahan kesehatan pada pekerja perempuan,” jelas Sugianto.
 
Diakhir sambutannya, kegiatan GP2SP diarahkan pada pelayanan kesehatan reproduksi pekerja/buruh perempuan yang hamil, deteksi dini penyakit tidak menular pada pekerja/buruh perempuan, pemenuhan kecukupan gizi pekerja/buruh perempuan yang hamil dan menyusui, peningkatan pemberian ASI selama waktu kerja di tempat kerja, dan pengendalian lingkungan bagi pekerja/buruh perempuan berisiko.
 
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah. (*/RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *