Marah Ditegur, Kakak Kandung di Cambai Bacok Adiknya Hingga Luka Berat

Presiden Minta Kepala Daerah Buat Kebijakan Tak Hambat Ekonomi, LaNyalla: Masih Banyak Hambatan Ekonomi di Daerah
Februari 13, 2021
Objek Wisata Danau Pading Butuh Sentuhan Pemda dan Investor
Februari 14, 2021

BABEL, RADARBAHTERA.COM – Tak terima ditegur, kakak kandung di Desa Cambai Kecamatan Namang ini bacok adik kandung hingga mengalami luka berat.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/2) sekira pukul 11.15 Wib. Saat itu, korban bernama Sugiantoni (19) baru pulang dari kebun karet langsung mandi di WC.

Pelaku bernama Suwandi (26) kemudian menanyakan obatnya kekorban. Mendengar itu, istri pelaku bernama Ema kemudian meminta pelaku mencarinya sendiri.

“Obat ape ge, cube cari sendiri,” ungkap Ema.

Tak terima istrinya berkata seperti itu. Pelaku kemudian cekcok mulut dengan istrinya. Didalam WC, korban langsung menegur pasangan suami istri itu untuk tidak cekcok lagi.

“Denglah bekelai, malu ditingok urang,” kata korban sembari memukul pintu WC.

Saat korban keluar WC, pelaku yang menunggu diluar langsung mengayunkan sebilah parang ke arah kepala, tangan dan badan korban. Akibat sabetan itu, korban langsung tumbang.

Ibu mereka yang mengetahui peristiwa itu langsung berteriak minta tolong ke warga. Kemudian warga langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Melihat warga ramai, pelaku yang sempat kabur kembali datangi rumah mengambil sepeda motor lalu kabur lagi.

Korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang. Saat ini, korban dilakukan penangan medis.

Kapolsek Namang, Ipda Endi Putrawansah seizin Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady purnomo membenarkan peristiwa itu. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP, dan saat ini pelaku masih dalam pengejaran anggota Polsek Namang.

“Barang bukti berupa sebilah parang sudah kami amankan, begitupun keterangan saksi mata sudah kita minta,” ungkap Ipda Endi.

Dari keterangan keluarga, Pelaku sendiri memiliki riwayat gangguan jiwa, dan pernah melakukan konsultasi ke Rumah Sakit Jiwa Sungailiat. Selain itu, pelaku juga pernah menjadi tersangka yang melanggar UU Perlindungan Anak.

“Atas peristiwa ini, kami berharap pelaku segera menyerahkan diri,” pungkas Ipda Endi. (Ronie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *