Ini Penyebab Pemkot Pangkalpinang Mendapatkan 5x WTP

Tekan Inflasi, Pemkot Pangkalpinang Imbau Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah
September 23, 2022
Membahayakan, Jalan Menuju Danau Pading Desa Perlang Terancam Amblas
September 24, 2022
BABEL, RADARBAHTERA.COM – Sekda menghadiri acara sosialisasi pengelolaan barang milik daerah, berdasarkan Permendagri nomor 47 tahun 2021 tentang cara pembukuan inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah, bertempat di OR Kantor Walikota Pangkalpinang, Jumat Pagi (23/09/2022).
 
Sekda Radmida Dawam menyampaikan kegiatan hari ini adalah sosialisasi pengelolaan barang milik daerah, berdasarkan Permendagri nomor 47 tahun 2021 pelaporan barang milik daerah, dimana ini kaitannya dengan aset.
 
“Kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya dalam penataan aset di Pemkot Pangkalpinang, karena dengan tertata aset inilah Kota Pangkalpinang mendapat WTP,” ungkap Radmida
 
Jadi historis aset itu dimana, kapan diperoleh inventarisnya, itu semua tercatat dengan baik oleh inventarisnya, dan mudah-mudahan kegiatan disini akan terus tiap tahunnya dilaksanakan.
 
Kemudian untuk MCP (Monitoring Center For Prevention), dimana MCP ini merupakan salah satu yang menjadi penilaian dalam WTP, biar WTP nya bagus penataan aset nya juga harus bagus, ini merupakan salah satu tujuan dari sosialisasi ini untuk meningkatkan nilai MCP yang ada di kota Pangkalpinang.
 
Disamping itu Lenawati selaku Kabid Aset Bakeuda Kota Pangkalpinang menambahkan, kegiatan ini merupakan sosialisasi dari Kemendagri  no 47 tahun 2021, tentang pelaksanaan, pembukuan dan pelaporan barang milik daerah.
 
Selanjutnya untuk peserta sosialisasi hari ini, ada 34 seluruh OPD, penganggaran ada 34 orang, bendahara pengeluaran 34 orang, dan pejabat penata usaha keuangan 34 orang, dimana semuanya saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. 
 
“Kemudian, untuk penataan aset di kota Pangkalpinang, Alhamdulillah bagus karena sudah 5x WTP, dan untuk kedepannya lebih rapi, lebih bagus serta cepat dalam pelaporannya,” katanya.
 
“Makanya, kita melakukan sosialisasi agar para OPD paham dan lebih mengerti tentang pelaporan asetnya sehingga lebih rapi lagi,” tambah Lenawati. (Siska)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *