Fakta Lengkap Tewasnya Tukang Parkir XBar Pangkalpinang: Kronologi Penusukan dan Minta Maaf ke Ibu

Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Bedeng Ake Sungailiat, Atap Rumah Rusak
September 4, 2020
Bimbel Masih Jadi Pilihan Siswa Persiapkan Diri Masuk SBMPTN
September 4, 2020

Bangka, radarbahtera.com – Fakta lengkap tewasnya tukang parkir XBar Pangkalpinang, Regi (21)

Regi yang bertugas sebagai tukang parkir ini tewas setelah menjadi korban penganiayaan oleh dua pemuda di tempat parkir hiburan Xbar tepat di depan perumahan Citra Land, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel), Kamis (3/9/2020) sekira pukul 02.00 WIB.

Akibat penganiayaan hingga penusukan itu, nyawa warga Jalan Batu Kaldera, Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang tersebut pun tidak tertolong meski sudah dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan.

Berikut rangkuman fakta lengkap meninggalnya pria berusia 21 tahun itu sebagaimana dihimpun bangkapos.com:

1. Petugas Parkir X-Bar Ditusuk

Kasat Reskrim Polres Pangkapinang AKP Adi Putra membenarkan ada kejadian penganiayaan terhadap Regi (21) petugas parkir di X-Bar, tepat di depan perumahan Citra Land, Kelurahan Air Itam, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

“Korban langsung dilarikan ke RSUD Depati Hamzah Kota Pangkapinang, untuk pengobatan lebih lanjut karena korban mengalami luka tusukan, pada pukul 02.15 WIB,” ungkap Adi Putra, Kamis (3/9/2020).

Dikutip Adi dari keterangan dari dokter, korban mengalami luka tusukan di bagian dada yang mengenai paru-paru korban dan sekitar pukul 04.00 wib korban di nyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang.

“Satu orang diduga pelaku sudah kami amankan, bernama H alias A (18). Ia merupakan diduga salah satu pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban Regi meninggal dunia, sedangkan satu bernama A, masih dalam pengejaran oleh Tim Naga Polres Pangkalpinang,” kata Adi.

2. Luka Tusuk di Dada Hingga Kena Paru-paru

Korban Regi (21), yang merupakan petugas parkir di tempat hiburan malam (Xbar), diduga menjadi korban penganiayaan dua pemuda, Kamis (3/9/2020).

Akibat kejadian itu, Regi mengalami luka tusuk di bagian dada yang mengenai paru-parunya.

Nyawa warga Jalan Batu Kaldera, Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang tersebut pun tidak tertolong meski sudah dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan.

“Diduga, salah satu pelaku bernama H alias AR (21) sudah diamankan oleh Tim Naga Polres Pangkalpinang. Diduga, pelaku satunya lagi sedang dalam pengejaran Tim Naga,” ujar Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang kepada bangkapos.com.

Menurut keterangan dokter, lanjut Jadiman, Regi mengalami luka tusuk di bagian dada yang mengenai paru-parunya.

“Sekitar pukul 04.00 WIB, korban dinyatakan oleh dokter meninggal dunia di rumah sakit. Di tempat kejadian perkara ditemukan anggota mengamankan dua buah pisau. Kita juga masih melakukan penyidikan atas kasus ini,” tuturnya.

3. Terjadi Penusukan Pukul 02.15 WIB

Kepala Bagian Operasional Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang kepada bangkapos.com menyebutkan, kasus dugaan penganiayaan terhadap Regi terjadi di depan halaman parkir Xbar, tepat di depan perumahan Citra Land, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kamis (3/9/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut keterangan para saksi, kata Jadiman, awalnya korban bersama dua orang lainnya, yakni Endang (20) dan Ari (18), sedang duduk-duduk di depan Xbar mengingat korban bekerja sebagai tukang parkir di tempat hiburan tersebut.

Tiba tiba, terjadi perkelahian antara dua orang pemuda yang diketahui berinisial H alias AR (18) dan A.

Kemudian, Regi mendatangi lokasi perkelahian dengan maksud melerai.

Namun, kedua pemuda tersebut berkelahi menggunakan pisau.

“Diduga, para pelaku ini salah sasaran sehingga korban terjatuh bersimbah darah terkena tusukan benda tajam atau pisau yang mengenai paru-paru korban,” kata Jadiman.

Setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 02.15 WIB, Regi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Menurut keterangan dokter, lanjut Jadiman, Regi mengalami luka tusuk di bagian dada yang mengenai paru-parunya.

“Sekitar pukul 04.00 WIB, korban dinyatakan oleh dokter meninggal dunia di rumah sakit. Di tempat kejadian perkara ditemukan anggota mengamankan dua buah pisau. Kita juga masih melakukan penyidikan atas kasus ini,” tuturnya.

4. Tim Naga Tangkap Tersangka Utama di Selindung

Tim Naga Polres Pangkalpinang berhasil menangkap Ahmad Gazali alias Ali alias Acil (19), tersangka utama kasus penganiayaan Regi (21), petugas parkir di tempat hiburan malam, Xbar.

Sebelum menangkap Acil, Tim Naga terlebih dahulu mengamankan Haris Setiawan alias Aris (18), warga Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap Aris,Tim Naga yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra dan ketua tim, Aipda Rudi Kiai, berhasil menangkap Acil di rumah saudaranya di Selindung, Pangkalpinang.

Acil pun dihadirkan dalam konferensi pers di kantor Polres Pangkalpinang, Kamis (3/9/2020).

“Kejadian itu berawal dari perkelahian antara Acil dan Haris Setiawan alias Aris. Ketiga orang ini, korban dan dua pelaku yang berkelahi sudah ada hubungan pertemanan. Mereka ini cekcokan masalah pembelian bakso,” kata Kepala Polres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah dalam konferensi pers.

“Pada saat itu, karena Acil memesan terlebih dahulu, pada saat itu diberikan ke Aris sehingga terjadilah cekcokan. Ditambah keduanya sudah meminum minuman keras terlebih dahulu,” ujar Tris.

Ia menambahkan, Acil dan Aris sudah dipengaruhi minuman keras, baik di lokasi kejadian maupun di tempat sebelumnya.

Saat terjadi cekcok di area parkir Xbar, tepat di depan perumahan Citra Land, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, terdengar oleh Regi yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Regi pun berupaya melerai perkelahian tersebut.

Namun, lantaran Acil menganggap Regi membela Aris, Acil pun lantas menusuk Regi.

“Maka Acil menusuk Regi di dadanya sebanyak satu kali. Korban Regi langsung dibawa ke rumah sakit dan pada pukul 04.00 WIB dinyatakan meninggal dunia,” kata Tris.

Untuk sementara waktu, lanjut dia, Aris berstatus sebagai saksi. Kasus ini masih terus didalami terkait dengan laporan polisi yang lain.

“Mereka juga ada terlibat dalam kasus pengeroyokan yang lainnya. Sedangkan Acil berstatus tersangka akan didalami lebih lanjut,” ujar Tris.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tersangka pelaku dijerat Pasal 351 KUHP Ayat 1 tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Ancaman hukumannya adalah tujuh tahun penjara.

Sumber : www.bangka.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *