Dituding Tidak Transparan, Kades Kasihraja Sebut Efek Politik Pilkades

Sekda Radmida Hadiri FGD Pengawalan dan Pengamanan Pembangunan Strategis
Mei 19, 2022
Ketua DPRD Ogan Ilir Hadiri Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi
Mei 20, 2022
SUMSEL, RADARBAHTERA.COM – Warga Desa Kasihraja, Kecamatan Lubukkeliat, Kabupaten Ogan Ilir (OI), mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dana desa sejak 2020 yang dapat dilihat masyarakat melalui papan informasi dana desa, hingga realiasi BLT bulan Oktober-November 2021 lalu.
 
Pantauan awak media di Desa Kasihraja, Kamis (19/05/2022), memang tak terlihat papan informasi pengunaan kegiatan Anggaran Dana Desa yang terpasang di balai bahkan kantor desa setempat.
 
Menurut keterangan warga Desa Kasihraja yang terpercaya, bahwa Desa Kasihraja ini setiap tahun mendapatkan Dana Desa, baik dari APBN maupun dari APBD, tetapi papan informasi desa selama tiga tahun beturut- turut tidak pernah dipasang, baik itu di kantor desa ataupun dibalai desa dan bahkan di depan rumah Kades itu sendiri. 
 
“Jadi, setiap ada pembangunan di desa, kami tidak ada papan informasi yang dipasang, sehingga kami tidak tahu kegunaan pembangunan tersebut untuk apa dan dananya dari mana secara terperinci,” ucapnya.
 
Lanjutnya, seperti penggunaan jalan setapak cor beton yang menuju ke perkebunan warga yang ada di dalam desa maupun di seberang desa Kasihraja ini juga tidak pernah dipasang papan informasi. “Jadi, patut diduga kegiatan pembangunan di desa kami ini tidak transparan dan berkualitas,” ungkapnya.
 
Warga berharap, kepada pihak Kecamatan Lubukkeliat maupun Kabupaten OI untuk turun langsung mengkroscek ke lapangan, agar Kades yang diberikan amanah jabatan ini agar dapat mengelola dana desa sesuai aturan.
 
“Desa kami ini cukup terpencil, jauh dari Kecamatan dan jauh dari jalan utama, jadi kegiatan-kegiatan di desa ini terkesan kurang terpantau,” tegasnya.
 
Dana BLT Oktober dan November 2021 Dipertanyakan
 
Tak sebatas itu saja, warga penerima manfaat Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga mempertanyakan realisasi dana BLT bulan Oktober dan November 2021 lalu.
 
Diungkapkan warga, bahwa Kades Kasihraja membagikan Dana BLT-DD di tahun 2021 itu kepada 61 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bulan Januari hingga September berjalan lancar sesuai tahapan pencairan Dana Desa. Namun, hingga pada bulan Maret tahun 2022 belum juga direalisasi BLT-DD untuk bulan  Oktober, Nopember, Desember kepada warga.
 
“Akhirnya kami KPM BLT DD tahun 2021 hanya 20 orang menerima pencairan di bulan April 2022 pada bulan bulan puasa  di rumah Kades, tetapi kala itu kami hanya menerima Rp.300ribu saja, atau hanya untuk satu bulan yaitu bulan Desember 2021. Sedangkan untuk bulan Oktober dan November belum diberikan kepada kami, semestinya kami menerima Rp.900ribu untuk tiga bulan, bukan Rp.300ribu,” terangnya.
 
Warga menduga Dana BLT DD tahun 2021 untuk bulan Oktober dan November tersebut, digelapkan oleh oknum Kades Kasihraja. “Kami berharap, Kades memberikan kepada kami BLT DD yang untuk dua bulan tersebut, soalnya kami hanya menerima Rp 300 ribu untuk bulan Desember 2021 saja,” kata dia.
 
Lanjut Warga untuk tahun anggaran 2022  BLT-DD Kasihraja diberikan kepada 101 KPM dan sudah direalisasikan pada bulan April kemarin tepatnya pada bulan puasa menjelang Lebaran Idul Fitri. “Kami KPM menerima BLT-DD tahap pertama tahun 2022 untuk tiga bulan sebesar Rp.900ribu,” jelasnya.
Sempat Tak Merespon, Kades Kasihraja Menyanggah Tudingan 
 
Untuk keberimbangan informasi, hari itu juga awak media mencoba mengkonfirmasi Kades Kasihraja, Ahmad Fikri, namun yang bersangkutan tak merespon.
 
Hingga pada Jumat (20/05/2022), barulah Kades Ahmad Fikri mengirimkan beberapa foto papan informasi terkait kegiatan penggunaan anggaran dana desa sejak 2020 melalui pesan whatsapp.
 
Menurut Kades Ahmad Fikri, ini semua efek politik Pilkades. Sebenarnya cerita ini sudah diangkat bulan puasa dahulu, Bahkan sudah langsung dilaporkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab kepada APH.
 
“Alhamdulillah sudah selesai, sehingga bisa dilakukan pencairan BLT 2022. Jadi, ini hanya rekayasa pihak tertentu yang sengaja membuat settingan demi menjatuhkan nama baik saya,” sanggah Kades Ahmad Fikri melalui pesan Whatsapp kepada awak media. (Tum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *