Anak Bunuh Ibu di Desa Pinangsebatang, Terancam Hukuman Mati

Untuk Batasan Umur JCH, Ini Penjelasan Kemenag Kota Pangkalpinang
Juni 27, 2022
Hadiri Pengantar Purna Tugas Kadis Kominfo PGK, Molen : Pak Sarbini Pensiun Tanpa Ada Masalah
Juni 27, 2022
BABEL, RADARBAHTERA.COM – Polres Bangka Tengah (Bateng) menggelar reka ulang kasus pembunuhan, terhadap seorang Ibu yakni Pauziah (59) yang tersangkanya merupakan anak dari korban, Jamal Mirdad (31), bertempat di halaman Mapolres Bateng, Senin (27/06/2022).
 
Dikerahui, kasus pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Desa Pinangsebatang, Kecamatan Simpangkatis, Bateng pada Jumat (24/06/2022) sekira pukul 02.30 WIB.
 
Setidaknya ada 17 reka adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi kasus ini, dengan melibatkan 4 saksi, diantaranya 3 (orang teman korban dan seorang lainnya tetangga korban. Tepat, pada reka adegan kesepuluh pelaku Jamal ini membekap mulut ibunya, sehingga korban kehabisan nafas dan tewas.
 
“Pelaku Jamal Mirdad memperagakan 17 adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban Pauziah yang tak lain adalah ibunya sendiri,” ungkapnya Kapolres Bateng AKBP Moch Risya Mustario didampingi Kasat Reskrim Polres Bateng, AKP Wawan Suryadinata kepada sejumlah awak media seusai rekonstruksi itu.
 
Dalam rekonstruksi, tergambar bermula dari pelaku Jamal pada Kamis sore (23/06/2022) telah merencanakan mencuri harta korban untuk membayar hutangnya, kemudian untuk bermain judi, pergi ke Pangkalpinang untuk mencari “hiburan”, hingga pelaku membunuh ibunya yang kala itu sedang tidur di ruang tamu rumah pada Jumat (24/06/2022) sekira pukul 02.30 WIB. Selanjutnya, setelah membunuh korban, guna mengelabuhi petugas, Jamal kemudian mengarang sebuah skenario selain dirampok dan dibunuh, korban juga disetubuhi oleh pencuri yang telah melarikan diri. 
 
“Skenario Jamal berhasil kami ungkap, pelaku dan sejumlah barang bukti saat ini telah kami amankan di Mapolres Bateng. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Pasal 338 KUHPidana atau pasal 45 ayat (1) subsider ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp.45juta. (And/RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *