Ada Apa, Kok Perusahaan Tambak Udang Desa Kurau Didatangi Timgab??

Mediasi Warga Dengan Perusahaan Tambak Udang Desa Kurau Diamankan Belasan Satpolpp Bangka Tengah
September 10, 2021
Polres OI Serahkan Bantuan Sosial Korban Kebakaran di Pemulutan
September 11, 2021

RADARBAHTERA.COM, BABEL – Tindaklanjuti aspirasi warga Desa Kurau Kecamatan Koba Kaupaten Bangka Tengah, Tim gabungan (Timgab) terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangka Belitung, Dinas Perikanan Bangka Tengah, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Bangka Tengah, Camat Koba, Satpollpp Bangka Tengah, Perangkat Desa Kurau dan beberapa warga Kurau melakukan dialog dengan pihak PT. Panorama Lintas Timur (PLT), Jum’at (10/9) di Kantor PT.PLT.

Dalam dialognya yang telah disampaikan Kades Kurau, Jasila bahwa ada beberapa point penting di tuntut warga, antara lain permasalahan jalan yang digunakan pihak PT.PLT dalam aktifitas penanaman pipa bahan baku air laut, tenaga kerja lokal kurang lebih 70 persen dan kesejehteraan warga setempat.

“Dalam aktifitas investasi, kami warga Kurau terbuka terhadap siapapun yang ingin berinvestasi. Hanya saja, aspirasi warga juga harus di tindaklanjuti, jangan didiamkan,” kata Jasila usai dialog kepada awak media.

Jasila mengaku ia sering dimintai tolong warga, terkait adanya lahan warga terkena aktifitas PT.PLT, terutama aktifitas penggalian tanah penanaman pipa bahan baku air laut. Kemudian, adanya warga ingin bekerja, diantaranya tenaga kerja lokal memiliki sertifikat security.

“Harus diberdayakanlah,” tegasnya lagi sembari menyebut kesejahteraan warga setempat seharusnya diperhatikan, terutama dalam kegiatan hari besar keagamaan, nasional dan lain-lain.

“Sewajarnya lah, kalau ada keinginan warga mengajukan bantuan dalam kegiatan CSR itu dibantu,” timpalnya.

Jasila mengungkapkan semua aspirasi warga sudah disampaikan ke pihak PT.PLT saat dialog, tinggal menunggu tindaklanjutnya seperti apa. Dan iapun berterimakasih kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bangka Belitung, H.Masuri, Kepala DPMPTK Bangka Tengah, Kartina, Camat Koba, Muslimin, Sekeretaris Satpolpp Bangka Tengah, Wawan Kurniawan dan pihak terkait lainnya yang datang menjadi mediator penyampaian aspirasi warga hari ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, sudah ada jawaban yang diharapkan warga,” pungkas Jasila.

Camat Koba, Muslimin juga berharap semua aspirasi warga terpenuhi sesuai kesepakatan. Ia sebagai Camat Koba, hanya bagian dari mediator yang menghubungkan warga dengan investor.

“Kami Kecamatan Koba sangat mendukung semua investor yang masuk ke sini. Kamipun juga berharap kedatangan investor mensejahterakan warga Kecamatan Koba khususnya dan Bangka Tengah pada umumnya,” harap Muslimin.

Muslimin menyimpulkan permasalahan seperti ini bisa teratasi melalui komunikasi yang baik antara investor dengan warga. Menurutnya ada beberapa hal cendrung miskomunikasi, dan harus dibicarakan dengan duduk bersama.

“Kami juga sudah sampaikan ke pihak investor untuk segera menindaklajuti aspirasi ini secepat mungkin,” kata Muslimin.

Sementara itu, Direktur PT.PLT, Tommy mengaku telah menerima aspirasi warga Kurau yang disampaikan melalui Perangkat Desa serta dimediasi pihak-pihak terkait yang hadir. Pihaknya akan memenuhi aspirasi sesuai kemampuan, terutama permasalahan adanya lahan warga sebanyak 4 orang yang terkena dampak penggalian pipa.

“4 orang ini kami minta membuat aspirasi secara tertulis, nanti kami rapatkan tingkat manajemen. Kami upayakan semaksimalmungkin aspirasi warga, dan nantinya akan kita agendakan pertemuan kembali bersama mediator yang hadir hari ini,” ungkap Tommy.

Tommy juga mengatakan investor datang sudah pasti bakal membawa kesejahteraan, terutama untuk warga setempat. Salah satunya lagi, bidang ketenagakerjaan, tentu akan diprioritaskan warga setempat.

“Kalau yang bersifat tenaga teknis, dan warga setempat dimemiliki kualifikasi atau kemampuan kerja sesuai kebutuhan tetap akan kami rekrut dari luar,” ulasnya.

Iapun berharap pertemuan hari ini menjadi penggerak dalam menuju kesejahteraan warga setempat. Jikapun aktifitas pertambakan udang vaname ini berjalan sesuai harapan mendapatkan laba yang banyak, sudah pasti pihaknya akan membantu kebutuhan warga setempat.

“Tidak mungkin kami investor berhasil usahanya kemudian membiarkan warga setempat. Yakin, semua investor memiliki misi mensejahterakan masyarakat setempat, sesuai permintaan dalam proposal pengajuan bersifat CSR,” pungkasnya. (Ronie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *